Polisi akhirnya mengungkap peran Khariq Anhar dalam penghasutan demo ricuh di DPR. Ia diketahui sebagai admin akun Instagram yang diduga aktif menyebarkan ajakan provokatif hingga berujung kerusuhan.
Baca Juga : AI dan Gen Z: Peluang & Ancaman di 2025
Khariq Anhar Jadi Tersangka
Berdasarkan hasil penyelidikan, Khariq Anhar resmi ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menilai aktivitas di akun media sosial yang dikelolanya tidak sekadar menyampaikan pendapat, tetapi sudah masuk ranah menghasut massa untuk melakukan tindakan melawan hukum.
Peran Media Sosial dalam Mobilisasi Massa Polisi
Kasus ini menyoroti peran media sosial yang semakin besar dalam menggerakkan massa. Konten yang diunggah Khariq dianggap mampu mempercepat penyebaran informasi provokatif, hingga akhirnya memicu kerusuhan di sekitar gedung DPR.
Baca Juga : Memilih Android Ketimbang iPhone: Plus Minus yang Perlu Diketahui
Polisi Tegaskan Proses Hukum Berlanjut Polisi
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap Khariq Anhar akan terus berjalan. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama terkait isu sensitif yang berpotensi memicu kegaduhan.
Penutup: Pelajaran dari Kasus Penghasutan
Kasus Khariq Anhar menjadi pelajaran penting bahwa kebebasan berekspresi di media sosial tetap memiliki batas. Ajakan yang mengandung unsur provokasi bisa berujung pada konsekuensi hukum serius.
Baca Juga ; YouTuber Beli GPU Nvidia RTX 5070 Ti, Hasilnya Mengejutkan
