Sertifikasi K3 yang Jadi Beban Buruh

Sertifikasi K3 mahal menjadi keluhan utama para buruh di berbagai sektor industri. Banyak pekerja mengaku keberatan karena sertifikasi ini kerap dijadikan syarat mutlak untuk bekerja, namun biayanya sangat tinggi. Kondisi ini membuat buruh merasa dipaksa membayar untuk sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan.

Harga Sertifikasi K3 yang Tidak Masuk Akal

Sejumlah buruh menyebut biaya sertifikasi K3 bisa mencapai jutaan rupiah. Bagi pekerja dengan gaji pas-pasan, harga tersebut jelas memberatkan. Sertifikasi yang sejatinya bertujuan meningkatkan keselamatan kerja justru berubah menjadi beban finansial.

Sertifikasi K3 Dianggap Jadi Barang Dagangan Sertifikasi K3

Buruh menilai sertifikasi K3 kini lebih mirip barang dagangan. Ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari kewajiban tersebut. Alih-alih fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja, sertifikasi ini lebih sering diposisikan sebagai komoditas.

Baca Juga : Darma Mangkuluhur, Putra Tommy Soeharto, Melamar Patricia Schuldtz di Afrika

Rasa Sakit Hati Buruh

Banyak buruh merasa sakit hati karena yang mahal tidak berbanding lurus dengan jaminan keselamatan di lapangan. Mereka menilai biaya besar yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat nyata dalam melindungi pekerja dari risiko kerja.

Dugaan Pemerasan di Balik Sertifikasi K3

Tidak sedikit buruh yang menuding adanya praktik pemerasan. Beberapa pekerja mengaku dipaksa membayar biaya tambahan di luar ketentuan resmi hanya untuk mempercepat proses sertifikasi. Hal ini semakin memperparah keresahan buruh.

Baca Juga : Wali Kota Semarang Bahas LRT dengan Kementerian

Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan

Para buruh berpendapat bahwa tanggung jawab pembiayaan seharusnya ditanggung perusahaan, bukan pekerja. Jika perusahaan mengharuskan sertifikasi tersebut, maka biaya sepenuhnya perlu ditanggung pihak manajemen.

Harapan Perubahan Regulasi

Buruh berharap pemerintah turun tangan mengatur ulang sistem . Dengan regulasi yang lebih jelas, biaya bisa ditekan dan pekerja tidak lagi menjadi korban praktik bisnis terselubung.

Suara Serikat Pekerja

Serikat pekerja terus menyuarakan keberatan atas mahalnya Mereka menilai aturan yang ada lebih menguntungkan pihak swasta penyedia pelatihan daripada pekerja yang membutuhkan perlindungan.

Baca Juga : Momen Bersejarah HUT ke-80 RI, Gubernur Malut Kibarkan Bendera di Bawah Laut Ternate

Dampak ke Dunia Kerja

Mahalnya sertifikasi K3 berpotensi menghambat kesempatan kerja. Banyak calon pekerja gagal melamar karena tidak mampu membayar sertifikasi. Hal ini berisiko memperlebar jurang kesenjangan sosial di dunia kerja.

Solusi yang Diharapkan Buruh

Buruh menuntut agar diberikan secara gratis atau setidaknya disubsidi pemerintah. Dengan begitu, tujuan utama K3 untuk menjaga keselamatan kerja bisa benar-benar tercapai, bukan sekadar menjadi lahan bisnis.

Lebih banyak dari penulis ini

Harga Emas Antam Hari Ini

Permintaan Amnesti Immanuel Ebenezer